Judul : Not If I See You First

Penulis : Eric Lindstrom

Penerjemah : Orinthia Lee

Penyunting : Brigida Ruri

Penyelaras Aksara :  Titish A.K.

Ilustrasi dan Sampul : Jesslyn Effendy

Penata Sampul : @teguhra

Jenis Buku : Novel

Penerbit : Penerbit Spring

Tahun Terbit : 2018

Jumlah Halaman :   376 halaman

Dimensi Buku : 20 cm

ISBN : 978-602-6682-15-4

Edisi Terjemahan

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Parker Grant menjalani hidup yang lumayan rumit. Mulai dari tinggal bersama bibinya yang tidak semua anaknya menyukai dia, hingga melayani sesi konsultasi teman-teman di sekolahnya. Parker memang tidak bisa melihat akibat kecelakaan dulu itu, tapi buta tidak berarti bodoh dan lemah hingga semua hal harus dilayani.

Dikelilingi sahabat-sahabatnya yang setia membuat Parker tabah menjalani hidupnya, terutama setelah ayahnya meninggal dunia. Tapi benarkah ia setabah itu?

Apalagi sejak Scott satu sekolah lagi dengannya, hidup Parker perlahan kembali bergejolak. Dulu mereka sahabat, dulu itu mereka bahkan saling nencintai. Tapi Scott mengkhianati kepercayaan Parker. Melupakan Scott tadinya terasa seperti solusi terbaik yang bisa ia temukan, tapi mengapa hatinya terasa sakit setiap kali teringat cowok itu. Akankah ada kesempatan kedua untuk mereka kembali bersama?

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Buat yang suka disain cover sederhana dan ga banyak warna-warnanya, sepertinya pasti bakal suka cover yang ini. Tapi buat yang lebih suka disain penuh warna, cover ini mungkin akan terlihat sedikit "sepi" ?. Nyaris setipe dengan cover-cover buku non fiksi. Untungnya ilustrasi gambar di cover menurut saya bagus sekali. Mengingatkan sekali pada tokoh utama dalam cerita kan ya ?.

Dan yang paling disuka dari buku-buku terbitan Spring ya pasti pembatas bukunya yang unik-unik. Termasuk pula pembatas buku yang ini. Bentuknya memang mungil, tapi siapa juga sih yang butuh pembatas buku besar, yang terpentingkan bisa buat penanda. Pilihan bentuknya yang unik mau tak mau membuat buku ini jadi punya nilai lebih, terutama bagi pembaca yang juga "pengoleksi" pembatas buku.

 

Tokoh dan Karakter

Tokoh utama dalam cerita adalah Parker Grant, gadis remaja yang mengalami kebutaan total akibat kecelakaan. Ia yatim piatu dan tinggal bersama keluarga bibinya. Karakter Parker bisa dibilang keras, lidahnya cenderung tajam hingga membuat ia kadang-kadang tampak menyebalkan. Parker pintar dan berprestasi. Di luar itu ia seperti remaja pada umumnya yang masih emosional dan kadang egois.

Sahabat-sahabat Parker yang terdekat adalah Sarah dan Faith. Sarah sahabat yang setia kawan, peduli, baik hati, meski tak sepintar Parker dalam akademik. Faith gadis populer. Kadang tampil seperti musuh Parker, padahal mereka sebenarnya saling menjaga. Lalu ada Molly dan Kent, Sheila dan Petey, dan Bibi Celia.

Jason cowok tampan yang membantu Parker di toko sepatu berkarakter cukup berjiwa besar. Sedangkan Scott, yah, semua orang menyukai Scott.

Dari semua tokoh yang ada, rasanya tak ada yang ganjil saat masuk ke dalam alur cerita. Masing-masing punya peran dan karakter yang tepat.

 

Alur dan Latar

Bisa dibilang cerita di dalam buku ini beralur maju. Memang ada sedikit flashback, tapi hanya singkat saja. Bagian yang saya sukai dari buku ini salah satunya adalah alurnya yang proporsional dan memiliki kejutan di sepanjang jalan cerita hingga tidak terasa bosan saat membacanya. Saya ingat sekali bahwa saya menamatkan buku ini dalam satu hari, waktu itu rasanya ingin melanjutkan membaca buku ini terus hingga selesai. Nah, mudah-mudahan nanti teman-teman merasakan ketertarikan yang sama ya saat membaca buku ini.

Latar cerita banyak mengambil lokasi sekolah, lingkungan dan rumah Parker. Deskripsi latar mencukupi.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Prolognya yang menarik adalah salah satu yang selalu saya tunggu di tiap buku. Istilah “kesan pertama sungguh menggoda”, memang berlaku juga untuk buku-buku kan ya. Sebab tak jarang prolog cerita dibawakan begitu datar hingga pembaca yang tak sabaran pasti akan segera bosan. Nah, untuk buku ini saya senang sekali ketika menemukan sebuah prolog yang menurut saya menarik. Nanti teman-teman bisa putuskan sendiri opini masing-masing ya. Berikut saya kutipkan akhir prolognya.

Pada saat itulah aku terbangun, seperti biasanya. Tetapi, semua itu benar-benar terjadi pada tanggal 3 Juni yang lalu, satu minggu setelah libur sekolah dimulai dan dua minggu setelah ulang tahunku yang keenam belas.

Yah, kecuali untuk dua hal. Pertama, aku benar-benar nyaris menabrak van keluarga Reiches, tapi itu terjadi pada hari yang berbeda dua minggu setelahnya. Dan kedua, ayahku tidak tergeletak di dasar tangga. Aku menemukannya terbujur kaku di tempat tidur, dan dia telah meninggal berjam-jam.

Halaman 9

 

Catatan kaki yang menjelaskan kata yang tidak dipahami juga terdapat di buku ini. Mulai dari penjelaskan tentang benda-benda hingga situasi tertentu yang ada di dalam cerita. Biasanya buku versi impornya belum tentu ada catatan yang serupa. Cuma buku-buku yang diterbitkan oleh Spring memang bisa dibilang selalu ada catatan seperti ini. Ini sangat berguna untuk saya. Selain menambah wawasan akan banyak hal yang tidak kita ketahui di dalam cerita,  pembaca juga jadi bisa lebih memahami dan masuk ke dalam cerita yang sedang dibaca.

Picture : Catatan kaki yang menjelaskan istilah atau situasi tertentu.

 

Jangan bingung saat menemukan ada beberapa bagian cerita yang sudut pandang ceritanya berbeda. Bagian itu adalah percakapan Parker dengan dirinya sendiri (sebenarnya ditujukan ke mendiang ayahnya). Paragrafnya dibedakan dengan jenis huruf yang digunakan. Di satu sisi, model seperti ini bisa menjadi variasi dalam alur cerita, dan di sisi lain juga terasa lebih dekat pada emosi pembaca. Saya suka cara penulis menyisipkan percakapan-percakapan ini dalam ceritanya.

 

Buku Not If I See You First jelas termasuk ke dalam buku yang mampu memunculkan emosi saya. Semua ini berkat kecakapan dalam mengolah kata dan cerita. Siap-siap deh untuk ikut sedih, berdebar, kagum, dan antusias saat mengikuti cerita. Beberapa di antaranya saya kutipkan di bawah ini.

Napasku memburu. Aku tidak bisa menjelaskan tentang ini tanpa merasakan semuanya sekali lagi, seakan kejadian itu sedang terjadi saat ini. Kepanikan yang menyesakkan karena memercayai seseorang sepenuhnya, meminum kepercayaan itu, dan tiba-tiba saja berubah menjadi racun yang panas membakar. Aku menarik napas lebih dalam untuk menenangkan diriku.

Halaman 57

# Saat membaca bagian ini saya diliputi perasaan penasaran “Apa sih yang terjadi pada Parker dan Scott?”, lalu ketika tahu duduk permasalahannya, saya juga turut merasa marah, sedih, dan menyesalkan kejadian itu.

 

Yah, dia menuliskan sudut-sudut di atasnya, kan? Dan seberapa panjang garis-garisnya? Ini sama seperti dalam geometri dengan segitiga-segitiga spesial itu, misalnya segitiga bersudut 45-45-90 derajat memiliki hipotenusa yang panjangnya sama dengan panjang sisi segitiga dikali akar pangkat dua. Kecuali kalau radius lingkarannya dua, semua angka itu akan membutuhkan angka dua di depan mereka, tapi bukan itu intinya. Ini seperti menyederhanakan pecahan; kau membagi dengan faktor-faktor persekutuan terbesar dan kau akan mendapatkan... yah, sebuah lingkaran satuan.”

“Okee.. tapi lalu kenapa? Untuk apa?”

Pada momen itu aku menyadari kelas sangat sunyi. Tidak ada yang bicara, tidak ada yang mencicit.

Halaman 105

# Meski buta, Parker jelas cerdas. Kagum juga saat menyimak adegan dimana Parker menjelaskan satu bagian pelajaran Trigonometri di kelasnya. Ada adegan-adegan lainnya juga yang membuat kita kembali kagum pada Parker. Untuk tahu hal itu, teman-teman silakan membaca sendiri bukunya ya.

 

Bagi saya, di dalam buku ini saya banyak mendapatkan pengetahuan baru tentang banyak hal, terutama yang berhubungan dengan kehidupan mereka yang tuna netra. Saya baru tahu bahwa ada film yang bisa ditonton dengan mode Descriptive Audio misalnya. Atau mereka yang tuna netra bisa menggunakan software text-to-speech untuk membantu mereka membaca di internet. Itu baru dua hal baru, dan masih banyak yang lainnya. Buku ini jadi terasa menarik karenanya.

Selama sebelas jam ke depan, kami menonton trilogi “Lord of The Rings” dengan mode Descriptive Audio dinyalakan. Rasanya luar biasa lucu. Mendengarkan sang narator memberikan deskripsi datar yang cepat dan tenang mengenai ekspresi cengeng Frodo, panah-panah yang menembus rongga mata, pandangan Arwen yang penuh perasan tentang cinta abadi, dan pemenggalan kepala orc yang tidak terhitung membuat kami meraung dan terbahak-bahak pada satu momen dan saling menyuruh diam di momen berikutnya.

Halaman 120

 

Menyimak cerita Parker membuat saya menjadi lebih memahami kehidupan mereka yang tidak bisa melihat. Ternyata ada banyak hal yang tidak pernah saya ketahui sebelumnya.

Aku duduk di tempat tidur dengan laptopku, membaca dengan bantuan suara Stephen Hawking. Aku jarang membaca buku braille sungguhan dan hanya sesekali menggunakan Terminal Braille. Aku lebih sering mendengarkan audiobook atau berselancar di internet dengan perangkat lunak text-to-speech, dan cara apa yang lebih baik untuk belajar selain dengan mendengarkannya dari orang terpandai di dunia?

Halaman 30

 

Bahkan ada lebih banyak lagi yang baru aku ketahui tentang pikiran dan perasaan seseorang yang kondisinya seperti Parker Grant. Peraturan Parker memang sesuatu yang luar biasa.

 

Kadang-kadang cerita Parker juga membuat saya berpikir.

Chemistry

Itulah kata yang luput dariku siang tadi. Sesuatu yang membuatmu berbicara kepada seseorang, ingin berbicara lebih banyak dengan mereka, atau untuk merasakan tangan mereka di pundakmu, meski kau tidak terlalu mengenal mereka. Lebih dari sekadar kata-kata yang baik atau memesona dari seseorang yang asing; tapi kata yang tepat, atau kata-kata yang sangat serasi degan kata-katamu.

Halaman 180

# Oh jadi seperti itu ya chemistry itu. Pikiran saya melayang pada beberapa orang yang saya kenal dalam hidup saya, dan menimbang-nimbang saya dengan dia punya chemistry ga ya :D

 

Siapa yang suka jumputan di sini? :D. Saya suka. Bahkan belum lama ini saya sudah mulai rutin membuat kain jumputan sendiri dengan teknik shibori. Jadi wajar ya kalau percakapan yang mengungkit tentang jumputan jadi menarik minat saya. Ternyata Parker punya kain penutup mata bermotif jumputan.

Aku memakai kain penutup mata dengan motif jumputan hari ini. Aku merasakan kesempatan. Aku meraih ekor syalku dan mengangkatnya.

Halaman 55

 

Sebagai cerita romance, kisah cinta Parker dan Scott manis dan cukup mengharukan. Kira-kira seperti itulah cinta yang mendalam dan pengorbanan. Mau tak mau saya juga jadi suka dengan tokoh Scott karena kebaikan dan ketulusannya. Sedangkan untuk sisi persahabatan, Parker, Sarah, Faith, Molly bisa dibilang dapat menjadi contoh yang bagus untuk ditiru. Mereka setia, saling mendukung, dan saling peduli. Begitupun sisi keluarga yang ditonjolkan dalam cerita melalui hubungan tokoh Sheila dan Parker yang tak begitu mulus awalnya. Jelas ada banyak yang bisa kita ambil dengan membaca buku Not If I See You First, bukan hanya soal cinta, persahabatan dan keluarga, tapi juga soal karakter dalam diri manusia. Melalui konflik karakter Parker dan tokoh lainnya kita bisa mengambil pesan tersendiri, salah satunya tentang mengatakan kebenaran, berbicara apa adanya, dan sikap egois.

Beberapa adegan memang agak terlalu berlebihan menurut saya. Tapi setelah dipikir-pikir mungkin juga tidak, mengingat tokoh-tokohnya yang masih remaja dan pasti emosional, adegan penuh luapan Parker di sekolah jadi terlihat normal saja. Mungkin buat yang tidak begitu suka kalimat yang “mendayu-dayu” akan sedikit terganggu dengan itu. Selain itu satu dua kali saya pernah kehilangan arah percakapan, agak terbelit dan bingung kalimat yang ini sedang diucapkan oleh siapa dan yang itu oleh siapa, sehingga saya harus mengulang baca agar paham. Mungkin juga karena pada saat itu fokus saya sedang terbagi dengan hal yang lain. Semoga teman-teman tidak mengalaminya ya.

 

Lalu, sebagai penutup, kalimat ini saya kutipkan karena maknanya yang dekat dengan karakter tokoh utama sekaligus salah satu pesan yang terdapat di dalam cerita.

“Kebenaran bukanlah kebahagiaan, hanya kebenaran semata.”

Halaman 329

 

Oh iya, saya hampir lupa. Di dalam buku ini ada beberapa huruf braille yang tidak bisa saya baca. Sebenarnya bisa dicari tahu di google katanya. Silakan teman-teman cari tahu sendiri ya kalau penasaran :D.

Picture : Kalimat yang menggunakan huruf braille yang tersebar di dalam buku

 

Siapa Eric Lindstrom

Eric Lindstrom adalah penulis novel young adult. Pengalamannya sebagai penulis sudah bertahun-tahun lamanya. Eric Lindstrom adalah co-writer dari Tomb Raider: Legend video game dan dia mendapatkan penghargaan BAFTA nomination for Best Video Game Screenplay 2006 dan WGA nominasi untuk Best Writing 2009. Jadi tak heran ya jika novel Not If I See You First bisa sebagus itu.

Novel Not If I See You First adalah novel debutnya yang dipublikasikan pertama kali tahun 2015  di Amerika Serikat dan diterjemahkan serta dipublikasikan di Indonesia untuk pertama kalinya oleh Penerbit Haru pada tahun 2018. Novel keduanya berjudul A Tragic Kind of Wonderful. Banyak pembaca yang mengontak Eric Lindstrom dan berharap ia dapat meneruskan kisah Parker Grant ke dalam buku-buku berikutnya.

Buku Not If I See You First mendapatkan rating 4,2 di situs Amazon dan 3,93 di situs Goodreads.

 

Rekomendasi

Buku ini saya rekomendasikan kepada pembaca buku yang menyukai genre young adult dengan tokoh-tokoh yang masih sekolah di jenjang SMA. Gaya bahasa dan kemampuan mengolah cerita membuat buku ini tidak hanya menghibur tapi juga memiliki banyak pesan tentang cinta, persahabatan, kekeluargaan, dan pengembangan diri. Alur cerita proporsional, dan tokoh-tokohnya yang berkarakter menunjang keberhasilan jalan cerita yang dibawakan. Tokoh utama, Parker Grant, yang seorang tuna netra juga membuat kita jadi lebih banyak memahami kehidupan mereka yang tidak dapat melihat. Konfliknya tidak terlalu rumit, dan kisah romancenya sweet. Teman-teman pasti akan suka.

My Rating : 4/5

 

GIVE AWAY

Selama periode 26 – 30 Maret 2018, teman-teman bisa mengikuti Give Away Blogtour Novel Not If I See You First – Eric Lindstrom ya. Cara mengikuti give awaynya adalah dengan mengumpulkan jawaban dari tiap pertanyaan yang terdapat di akhir review tiap host buku Not If I See You First, lalu gunakan untuk menjawab teka-teki silang Give Away buku ini di Facebook Penerbit Spring di tanggal yang telah ditentukan.

Nah, ini dia pertanyaan untuk give away saya.
"Siapa nama teman pendamping Parker belajar di sekolah?” 

Sudah tahu jawabannya? Simpan jawaban teman-teman dan gunakan nanti saat mengisi teka-teki silang Give Away nya ya. Semoga kamu pemenangnya. Pemilihan dan pengumuman pemenang ditentukan dan diumumkan di facebook Penerbit Spring.

 

Review Buku Aroma Karsa - Dee Lestari

08-07-2018 Hits:69 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Aroma Karsa Penulis : Dee Lestari Jenis Buku : Fiksi Penerbit : Bentang Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  710 halaman Dimensi Buku :  13,5 x 20 cm Harga : Rp. 125.000 ISBN : 978-602-291-463-1 Soft Cover                                                                                       ...

Read more

Review Buku A Sweet Mistake - Vevina Ais…

24-05-2018 Hits:96 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : A Sweet Mistake Penulis : Vevina Aisyahra Jenis Buku : Novel Young Adult Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Desember 2017 Jumlah Halaman : 248 halaman Dimensi Buku :  13,5 x 20 cm Harga : Rp. 59.000 ISBN...

Read more

Review Buku The Productivity Project - C…

01-04-2018 Hits:765 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Productivity Project – Accomplishing More by Managing Your Time, Attention, and Energy Penulis : Chris Bailey Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Crown Business Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah...

Read more

Review Buku The Silent Corner - Dean Koo…

30-03-2018 Hits:793 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Silent Corner Penulis : Dean Koontz Jenis Buku : Novel Suspense Penerbit : Random House Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  576 halaman Harga : Rp. 143.000 ISBN : 978-0-345-54679-1 Mass Market Paperbound Edisi Bahasa Inggris New York...

Read more

Review Buku Gentayangan - Intan Paramadh…

29-03-2018 Hits:864 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Gentayangan Penulis : Intan Paramadhita Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Oktober 2017 Jumlah Halaman :  512 halaman Harga : Rp. 125.000 ISBN : 978-602-03-7772-8 Edisi Soft Cover Karya sastra bidang prosa terbaik pilihan...

Read more

Review Buku Magnus Chase and The Sword o…

29-03-2018 Hits:850 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Magnus Chase and The God of Asgard - The Sword of Summer Penulis : Rick Riordan Jenis Buku : Novel Fantasy Penerbit : Disney Book Group Tahun Terbit : 2015 Jumlah Halaman :  499 halaman Dimensi Buku...

Read more

Review Buku Rich People Problems - Kevin…

29-09-2017 Hits:2164 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Rich People Problems Penulis : Kevin Kwan Jenis Buku : Fiksi - Novel Penerbit : Random House USA Inc Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman :  384 halaman Dimensi Buku : 15.60 x 23.20...

Read more