EMail: dianafitridipi@gmail.com

 

Judul : Alang

Penulis : Desi Puspitasari

Jenis Buku : Novel

Penerbit : Republika

Tahun Terbit : Juli 2016

Jumlah Halaman : 289 halaman

Dimensi Buku : 135 mm x 205 mm

Harga : Rp. 55.000

 

Sekelumit Tentang Isi

Alang sangat mencintai dunia musik. Bermain gitar adalah panggilan jiwanya. Terlahir dari keluarga yang kurang mampu, Bapak bekerja sebagai tukang becak dan ibu perempuan sederhana yang mengurus rumah tangga, menjadikan Alang satu-satunya harapan yang akan menaikkan derajat keluarga mereka.

 

Ketidaksetujuan Bapak pada minat Alang di dunia seni membuat Alang berperang antara impiannya dengan keinginan untuk tetap menjadi anak yang dapat memenuhi harapan orangtuanya. Hingga jika akhirnya ia pergi meninggalkan rumah untuk menggapai cita-citanya, itu dilakukannya dengan berat hati.

 

Belum lagi cintanya yang tulus pada April membutuhkan pengorbanan yang besar dari hidupnya. April yang juga tidak direstui cita-citanya untuk menjadi penyair, membuat Alang merasa ingin menjadi pelindungnya sekuat tenaga.

 

Di tengah kemelut cinta dan cita ini, ada Mia dan Arif sahabatnya, yang setia bersamanya hingga akhir.

Bagaimanakah akhir kisah cinta Alang dan April? Dapatkan Alang mewujudkan impiannya di bidang musik? Akankah Bapak memaafkan anaknya dan berbaikan kembali?

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

Ditimbang dari sisi disain dan isi buku, tampak sekali kesesuaiannya ?, bahkan gambar gitar di cover jelas sudah menunjukkan apa cita-cita si tokoh utama, jauh sebelum buku dibaca. Bagian terbaik dari cover yang saya sukai adalah perpaduan warnanya, cocok sekali dengan pakaian saya yang berwarna merah jambu saat saya berfoto dengan buku Alang ini di tangan #eh ?.

Bukunya tidak tebal, ringan, dan menurut saya pas dibaca saat menjelang tidur atau ketika sedang dalam perjalanan, atau duduk mengantri di suatu lokasi. 

Ilustrasi bab yang ada juga sederhana dengan pilihan model huruf yang terkesan jaman lampau. Latar belakang kehidupan Alang yang dihabuskan di desa kecil di kota Madiun memang menjadikan sebagian cerita ini seperti terjadi di masa lalu yang penuh kebersahajaan.

Picture: Ilustrasi bab

Picture : Daftar isi novel Alang

 

Tokoh dan Karakter

Tokoh utama bernama Alang adalah laki-laki remaja yang berpendirian teguh, baik hati, semangat, pekerja keras, cerdas, namun sedikit naif. Arif sahabatnya justru lebih realistis dalam menjalani kehidupan meski kadang pikiran dan perkataannya mendatangkan kejengkelan, karena sifatnya yang malas, kadang memanfaatkan orang lain, agak culas, tapi dengan caranya sendiri Arif adalah sosok yang setia kawan.

Lalu April, gadis cantik yang pintar membuat puisi, terasa angkuh, naif, tidak konsisten, meski keberaniannya dalam berusaha dan mencoba patut dipuji. Sebaliknya Mia, sosok yang digambarkan sebagai gadis yang pencemburu, kekanak-kanakan, dan pemarah, ternyata punya sisi-sisi kebaikan. Lalu, ada tokoh Bapak, Ibu, Pak Gun, simbah Bisma, dan tokoh minor lainnya.

 

Alur dan Latar

Kisah Alang membawa kita pada latar pedesaan di Madiun. Di sanalah tokoh menghabiskan masa kecil hingga remajanya bersama sahabatnya, Arif. Ketika sudah lepas SMA, Alang tinggal di Jakarta dengan episode kehidupan yang jauh dari gemerlapnya ibu kota. Terminal, kampus, toko, dan kamar kontrakan menjadi latar yang sering muncul. Jika pun ada situasi pertunjukan seni, maka jumlahnya sangat sedikit. Apapun latarnya, saya cukup menikmati imajinasi yang dibawakan oleh Desi Puspitasari di dalam buku ini.

 

Nyatanya, dibanding latar pertunjukan seni yang mewah, atau cafe tempat Alang, Arif, dan April bertemu, saya jauh lebih terkesan pada nuansa desa tempat Alang menghabiskan masa remajanya. Kebun jagung, sawah, hutan, gubug reyot, wayang suket, dan Mbah Bisma menghadirkan memori tertentu dalam benak saya yang "desa banget".

 

Alur cerita bisa dibilang sebagian besar mundur. Alang ketika dewasa, lalu diteruskan dengan alur mundur yakni masa-masa Alang remaja, terjadi konflik, lalu ditutup penyelesaian di masa selanjutnya. Alur cerita ringan, konflik tidak rumit, tapi kemasan bahasanya yang baik membuat cerita ini tetap enak disimak. Belum lagi banyak muatan positif serta nilai-nilai ajaran Islam yang bisa dipetik di sepanjang jalan cerita.

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Oh, ini dia yang sangat saya sukai dari buku Alang ?. Gara-gara wayang suket, buku ini langsung saya respon positif. Subjektifnya sih karena saya memang suka dan tertarik dengan semua hal yang berbau budaya Indonesia. Rasanya senang sekali bahwa ada penulis yang memasukkan pengetahuan dan latar budaya untuk dijadikan bagian dari cerita ?.

Arif membantu mengupas ketela dan menyiapkan air rebusan sementara Alang pergi ke ladang. Di dekat pagar bambu, sederet wayang suket yang telah dianyam sedemikian rupa, siap diangkut. Wayang tersebut dibuat dari jalinan rumput liar dan berwarna hijau. Tangan cekatan simbah Bismalah yang menciptakan alat peraga dongeng tersebut. Menggunakan wayang-wayang suket itu, simbah Bisma nantinya akan mendalang di hadapan dua bocah beraroma keringat matahari. Halaman 20

Apalagi ada pengetahuan tambahan tentang perwayangan. I love it ?. 

"Mengapa Cangik bertubuh kurus sementara anak perempuan memiliki jenis tubuh yang sebaliknya?"

...

"Cangik merupakan gambaran orang jujur, sederhana, dan tidak banyak tuntutan. Hidupnya hanya untuk mengabdi dan tidak mencari materi. Itulah mengapa tubuhnya menjadi kurus," jelas Simbah Bisma. "Sementara Limbuk merupakan gambaran perempuan muda yang masih hobi mengejar materi dan duniawi." Halaman 21

 

Meski konflik yang dimunculkan memang klasik, yakni orangtua yang mengatur hidup anaknya, atau orangtua yang berpikiran bahwa sukses itu yang kerja dikantoran atau jadi dokter, tapi permasalahan model begini tetap ada hingga kapanpun. Untungnya Desi bisa mengemas tema klasik ini dengan baik sehingga jalan ceritanya tetap asyik untuk disimak. Beberapa paragraf yang menyatakan topik ini juga terasa cukup blak-blakan sehingga dapat memancing emosi pembaca.

"Coba kau cerna dengan pikiranmu, Lang," kata Bapak. "Apa kau bisa dapat duit hanya dengan ongkang-ongkang kaki mendengarkan dongeng? Apa kau bisa dapat duit dari banyak membaca?"

Alang menggeleng.

"Tidak bisa!" tegas Bapak. "Hidup ini keras dan kejam. Kau mengira hanya dengan banyak membaca, menulis, dan mendengarkan cerita maka semua permasalahan hidupmu mudah teratasi? Ooh, tidak. Hal itu hanya akan terjadi di dunia mimpi - dunia khayalan. Halaman 25

 

"Hidup di dunia nyata mengajarkan bahwa yang dibutuhkan dalam hidup ini sesungguhnya hanya duit. Dan duit tak bisa kau dapatkan dengan bergelut di bidang seni. Seni itu omong-kosong. Seni itu tak bisa menghidupi, yang ada malah membuatmu mati lebih dini," terang Bapak berpanjang lebar. Halaman 26

 

Mama terdiam sejenak. Raut mukanya menunjukkan bahwa ia sedang berpikir serius dengan cepat. "Sungguh cita-cita yang menarik. Tapi, sayang, pekerjaan menulis itu tidak bisa membuatmu kaya dan pergi ke luar negeri seperti Mbak Kartika." Halaman 54

 

 # dan saya yang kebetulan hobinya membaca, menulis, dan bermain gitar, jadi merasa tergelitik saat membaca itu semua. Pas sekali dengan yang barusan disindir-sindir di dalam kalinat-kalimat di atas ?.

 

Tentu saja muatan religi adalah salah satu poin unggul yang bisa kita peroleh melalui buku Alang.

"Supaya hatinya tenang."

Supaya hatinya tenang? Bapak mendengus. Sewaktu masih rajin shalat, hidup, pikiran, dan hatinya tak pernah tenang. Setelah Alang lahir, bukannya berkurang tapi masalah semakin bertambah. Bila memang benar shalat membuat hati tenang, semestinya tidak ada lagi cerita mengenai dirinya yang pusing karena berpikir besok hendak makan apa dengan penghasilan serba terbatas. Baginya, tenang itu punya cukup uang, syukur-syukur berlimpah. Hal itu tidak bisa didapat hanya dengan rajin shalat tepat waktu. Halaman 27

 

"Sudahlah Pak," sahut Ibu cepat. "Anaknya Jimin sudah tidak lagi kelihatan, kok kejelekannya masih saja terus dibicarakan."

...

"Aku kan hanya mengingatkan Bapak, bahwa membicarakan keburukan orang lain padahal sosoknya sudah tak terlihat itu tidak baik." Halaman 46

# sangat menarik untuk menerka-nerka dengan cara apa Bapak akhirnya menemukan hidayah.

 

Karena saya suka buku, seringkali judul buku-buku yang disinggung-singgung dalam sebuah cerita menarik minat saya. Kali ini saya menemukan satu judul buku yang saya kenal. Buku itu memang suatu karya yang isinya penuh bahan perenungan. Tapi banyak pembaca yang suka. Buku Dunia Shopie dicetak ulang oleh salah satu penerbit beberapa waktu yang lalu.

Tubuh ceking April bangkit dari kasur. Ia meraih buku tebal berwarna merah dari rak buku. Bagian depan buku itu bergambar anak perempuan dengan tubuh seperti wayang. Dunia Sophie.

Halaman 43.

 

Dan tentu saja, kalimat-kalimat yang penuh makna selalu tepat untuk dijadikan bahan kontemplasi dan dicatat sebagai quotes.

Membaca adalah salah satu caranya melupakan kesedihan sekaligus kemarahan. Halaman 43

"Aku juga senang main gitar," sahut Alang. "Asyik ya bila kita memiliki kesenangan yang bisa ditekuni dan kerjakan dengan sungguh-sungguh." Halaman 74

Omongan seringkali tidak dapat dipegang, tindakan adalah solusi pembuktiannya. Halaman 212

 

Sedikit salah ketik terdapat di dalam buku ini, termasuk pada judulnya. Tapi kesalahan tersebut tidak fatal dan kata yang dimaksud bisa kita tangkap dengan mudah.

Picture : Pemanang di sini pasti maksudnya adalah Pemenang

 

Siapa Desi Puspitasari

Desi Puspitasari adalah novelis dan cerpenis yang karyanya telah diangkat ke layar kaca serta layar lebar. Terlahir di Madiun pada 7 November 1973, ia tinggal di Yogyakarta sejak menempuh pendidikan tinggi hingga saat ini.

Karya-karyanya antara lain : Kutemukan Engkau di Setiap Tahajudku, 2007 (terbit di Malaysia 2008, diadaptasi ke FTV Religi oleh Starvision 2010). Di Bawah Naungan Cahaya-Mu, 2008 (terbit di Malaysia, 2009), Girl-ism (Gramedia, 2009), On a Journey (Bentang Pustaka, 2013, diadaptasi ke layar lebar oleh Starvision, 2014), dan Jogja Jelang Senja ( Grasindo, 2016). Cerpen dan cerita bersambungnya telah dimuat di Koran Tempo, Jawa POs, Majalah Femina, Media Indonesia, Suara Karya, Suara NTB, Jakarta Beat Majalah Kawanku, Majalah Kartini, dan Majalah Horison.

Buku Alang memperoleh poin 3,25 di Goodreads.

 

Rekomendasi

Novel ini saya rekomendasikan untuk pembaca remaja dan dewasa yang menyukai novel yang memiliki muatan pesan religi, ajaran Islam, hikmah kehidupan, dengan tema dan tokoh berusia remaja dan dewasa. Novel yang mengangkat topik dan konflik keluarga, persahabatan, dan cinta. Alur cerita dan bahasa yang ringan juga bisa dijadikan pertimbangan untuk memilih novel ini sebagai bacaan. Ada unsur seni dan budaya yang disinggung dalam cerita, serta suasana desa yang khas dengan konflik kehidupannya yang sederhana tapi memikat. 

 

Review Buku A Little Book of Ikigai - Ke…

26-11-2018 Hits:107 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : A Little Book of Ikigai – The Essential Japanese Way to Finding Your Purpose in Life Penulis : Ken Mogi Jenis Buku : Non Fiksi Penerbit : Quercus Publishing Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah Halaman...

Read more

Review Buku Jalan Masih Panjang (Long Wa…

04-11-2018 Hits:281 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Jalan Masih Panjang - Long Way Down Penulis : Jason Reynolds Jenis Buku : Young Adult – Puisi - Fiksi Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  320 halaman Dimensi Buku...

Read more

Sebuah Review untuk Streetcoffee Blitar

21-10-2018 Hits:334 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Ini bukan kali pertama saya menggenal brand kopi Streetcoffee Blitar. Sekitar 2 tahun lalu saya juga sudah mencicipi kopi-kopi produksi Streetcoffee Blitar dalam beberapa varian.     Jadi, ketika Oktober tahun ini saya...

Read more

Review Buku The Underground Railroad - C…

19-10-2018 Hits:317 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Underground Railroad Penulis : Colson Whitehead Alih Bahasa : Airien Kusumawardani Disain Sampul : Erson Jenis Buku : Fiksi Sejarah / Fiksi Sastra Penerbit : Elex Media Computindo Tahun Terbit : 2018 Jumlah Halaman :  344...

Read more

Review Buku Kisah-Kisah dari Negeri Penu…

17-10-2018 Hits:257 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Kisah-Kisah dari Negeri Penuh Bahaya Tales From The Perilous Realm Penulis : J.R.R Tolkien Jenis Buku : Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2015 Jumlah Halaman :  464 halaman Dimensi Buku :  20 cm Harga :...

Read more

Review Buku The Rosie Effect - Graeme Si…

10-10-2018 Hits:527 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : The Rosie Effect Penulis : Graeme Simsion Jenis Buku : Non Fiksi – Romance Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  464 halaman Dimensi Buku :  13.5 x 20 cm Harga...

Read more

Owsa, Hijab Nyaman dan Trendi

04-10-2018 Hits:446 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Ini judul sejujurnya ga muluk-muluk. Believe it or not, untuk urusan hijab, saya merasa diri saya sebagai seseorang yang cukup konservatif, bahkan bisa dibilang kurang up date. Mungkin juga karena secara karakter...

Read more

Review Buku My Absolute Darling - Gabrie…

01-10-2018 Hits:491 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : My Absolute Darling Penulis : Gabriel Talent Jenis Buku : Novel thriller - fiksi Penerbit : Riverhead Books Tahun Terbit : Agustus 2017 Jumlah Halaman :  432chalaman Dimensi Buku : 22.86 x 16.00 x 3.56 cm Harga...

Read more

Review Buku Who Says You Can't Do? You D…

24-09-2018 Hits:505 Review Buku Dipi - avatar Dipi

Judul : Who Say You Cant Do? You Do Penulis : Daniel Chidiac Jenis Buku : Non Fiksi – Self Improvement Penerbit : Harmony Tahun Terbit : Januari 2018 Jumlah Halaman :  368 halaman Dimensi Buku :  20.32 x...

Read more