Translate - Language

id Indonesian zh-CN Chinese (Simplified) nl Dutch en English tl Filipino fr French de German it Italian ja Japanese ko Korean ms Malay th Thai

Review Buku Asrama - Muhammad Fatrim (Give Away)

Published: Saturday, 28 October 2017 Written by Dipi

 

Judul : Asrama

Penulis : Muhammad Fatrim

Jenis Buku : Novel (Horor)

Penerbit : Penerbit Haru

Tahun Terbit : Cetakan Pertama September 2017

Jumlah Halaman : 296 halaman

Dimensi Buku : 19 cm

Harga : Rp. 67.000

ISBN : 978-602-6383-27-3

Penerjemah : Shahida Harun

Disainer Sampul : Pola

Penata Sampul : @fadiaaaa_

Edisi Terjemahan

 

 

 

Sekelumit Tentang Isi

Dahlia tinggal di asrama sekolahnya yang baru. Gedung-gedungnya tua dan tak sebagus sekolah lama Dahlia, tapi ia tetap memutuskan untuk sekolah di SMK Sri Bayu. Di hari pertama kedatangannya, loker di dalam kamarnya sudah dikerjain orang. Tiga orang teman sekamarnya, May, Lena dan Farah pun awalnya bertingkah cukup aneh, tapi untung lama kelamaan ia bisa juga bersahabat dengan mereka.

Di sekolah itu ada tiga kelompok siswa, Princess, Queen, dan Slave. Geng Queen dan Princess sering melakukan perisakan terhadap siswa-siswa dari kelompok Slave. Mereka kejam dan sewenang-wenang. Dahlia pun tak luput dari perisakan mereka. Di suatu malam dengan mata tertutup ia dibawa entah kemana oleh geng Queen. Lalu ketika ia membuka matanya ada seorang pemuda yang hendak berbuat tak senonoh dengannya. Tentu saja Dahlia takut dan dendam.

Terdorong oleh rasa dendam dan ingin menolong siswa-siswa lain yang juga sering dirisak geng Queen, Dahlia mengajak tiga teman sekamarnya untuk bermain Spirit of The Coin untuk memanggil arwah. Lalu arwah bernama Amira pun menjawab panggilan tersebut. Roh itu meminta syarat berupa darah kotor atas permintaan Dahlia untuk membalas dendam kepada geng Queen dan mengusir mereka dari sekolah.

Dari sanalah kisah ini bergulir makin lama makin berubah menjadi teror yang mencekam. Sekali roh terlepas, akan sulit untuk mengikatnya kembali. Misteri demi misteri semakin bermunculan di kehidupan asrama yang Dahlia tempati. Dahlia kini bahkan mulai dihantui mimpi buruk tentang seorang gadis yang bernama Angel yang mati dibunuh dengan leher digorok.

Sementara itu, Dahlia mulai tertarik dengan Adam, teman sekelasnya yang pintar dan tegas. Persahabatannya dengan Lena, May, dan Farah juga berkonflik sesekali. Lalu ia juga berkenalan dengan Ira dan Maria, teman sekolahnya yang kadang datang dan pergi dengan tiba-tiba seperti hantu.

Dapatkan arwah membantu Dahlia membalaskan dendamnya pada geng Queen? Kisah horor apa saja yang ada di asrama? Apakah konsekuensi yang harus ditanggung Dahlia karena telah meminta pertolongan arwah? Ada apa dengan pohon ara dan hantu tanpa kepala? Siapa sebenarnya Angel? Bagaimana hubungan Dahlia dengan Adam selanjutnya?

Terlalu banyak pertanyaan pada buku ini, sehingga sebaiknya dibaca saja bukunya sampai tuntas 😊.

 

Seputar Fisik Buku dan Disainnya

 

Saya sejujurnya suka dengan disain cover buku ini, sebab tidak tampak berlebihan dan tetap sesuai dengan isi cerita. Daripada covernya bergambar gedung asrama, kalau ada pemilihan cover buku, saya pasti pilih yang satu ini. Lebih sederhana dan mengena. 

 

Sempat juga saya mencari tahu disain cover versi aslinya, siapa tahu sama, tapi ternyata berbeda. Seperti biasa penerbit Haru memang selalu memiliki ide-ide sendiri seputar buku yang mereka terjemahkan. Kalau bukan di cover mungkin di ilustrasi. Dan biasanya ide tim Penerbit Haru menurut saya oke 😊.

 

Picture : Cover Novel Asrama versi Malaysia

 

Ilustrasi lainnya ada pula pada jenis huruf judul buku serta bab. Agak berbentuk seperti yang berbercak darah kalau menurut saya. Ini pasti dipertimbangkan dari isi buku yang bergenre horor.

 

Picture : Ilustrasi huruf pada judul yang seperti berbercak darah

 

Bukunya hanya 296 halaman lho teman-teman. Ukuran hurufnya pun tidak kecil. Buat yang biasa membaca, novel asrama bisa dihabiskan sehari dan maksimal 2 hari saja. Pas juga buat dibaca di saat perjalanan karenanya. Untuk teman-teman yang lebih suka novel horor yang tidak terlalu tebal, buku asrama bisa jadi salah satu pilihan.

 

Ada pembatas buku yang eye catching, senada dengan disain cover bukunya. Jadi kita tak perlu repot menyiapkan pembatas buku kita sendiri, karena Penerbit Haru sudah menyiapkannya di dalam buku.

Picture : Pembatas buku yang eye catching

 

Tokoh dan Karakter

Tokoh utama di novel asrama adalah Dahlia, gadis SMA yang berlatarbelakang keluarga kaya. Ia cantik, gadis baik-baik, dan cukup pintar di sekolah. Sifatnya pada dasarnya ceria, ceroboh seperti remaja, condong pada kebenaran dan keadilan, tapi sesekali tergoda berbuat usil dan nakal karena pengaruh teman (misalnya menyelinap ke luar asrama).

Lalu ada ayah dan ibu Dahlia yang bernama Rashid dan Kalsom. Pasangan suami istri yang saling mencintai tapi sering berdebat satu sama lain. Ayah Dahlia digambarkan sebagai seorang pengusaha kontraktor kaya yang tidak sepenuhnya jujur dan kurang memiliki integritas.

Ada teman-teman sekamar Dahlia yang bernama May, Farah, serta Lena. Ada juga Geng Queen dan Princess, Pak Darus, Ustaz Firdaus, Adam, Azhar, Ira, Maira, dan beberapa tokoh lainnya. Ada yang berperan cukup banyak di dalam cerita, ada yang cuma selintas saja.

Bisa dibilang beberapa tokoh tampak mubazir, ini pasti terasa oleh pembaca yang biasa mengamati novel dengan tokoh-tokoh yang berperan secara imbang dan sesuai fungsinya di dalam cerita. Tapi, untuk pembaca yang menyukai novel dengan tokoh dan karakter yang banyak dan bervariasi dan jalan ceritanya tidak panjang, mungkin akan menyukai gaya penulisan Muhammad Fatrim di novel Asrama ini.

 

Alur dan Latar

Ada beberapa bagian dalam cerita yang alurnya terasa janggal. Mungkin M. Fatrim memang sengaja melakukannya untuk memunculkan efek penasaran, atau mungkin juga bagian yang janggal tersebut akan disinggungnya di novel Asrama #2. Saya tidak tahu persis mengapa, tapi itulah yang saya rasakan. Gara-gara itu saya merasa alur novel Asrama jadi kurang rapih.

Meskipun demikian di akhir-akhir novel tampaknya semua misteri dan teka-teki yang dilemparkan penulis mampu membuat saya merasa penasaran. Nice! :). Tentu saja itu berakibat tak bisa lepasnya saya dari terus saja membaca novel ini 😅. Beberapa tertebak jalan ceritanya, sisanya tidak. Oleh karena itu saya menganggap dari sisi puzzle, novel Asrama termasuk buku yang akan cukup asyik dinikmati oleh para pecinta novel yang suka dengan alur teka-teki, sebab jumlah teka-tekinya cukup banyak.

Penggambaran latar asrama tentu mendominasi cerita. Agak seram juga membayangkan gedung tua berhantu dengan loker-lokernya yang sudah tak baru lagi. Belum pohon-pohon besar serupa hutan yang melingkupi area asrama. Ada pula pohon Ara besar yang konon merupakan tempat bersemayam makhluk halus. Untung sekolah saya dulu biasa saja gedungnya 😅. Tidak ada hutannya, meski pernah ada kejadian siswa yang kerasukan 😰. #horor

 

Yang menarik dan atau disuka dari Buku ini

Sudah cukup lama sejak saya membaca buku bergenre horor. Kalau tidak salah buku Kumpulan Budak Setan adalah buku horor terakhir yang saya baca sebelum buku Asrama, dan itu pun saya baca tahun lalu. Ada juga buku Sihir Perempuan yang lumayan horor, tapi juga nyastra dan berasa sudut pandang feminisnya. Secara pribadi saya berpendapat mencari novel horor yang bagus itu sulit.

Buku Kumpulan Budak Setan yang saya nilai sebagai buku horor yang berhasil, kebetulan ternyata tidak setipe dengan buku Asrama. Yang satu sepenuhnya ditulis untuk pembaca dewasa, yang satu lagi untuk remaja atau pembaca dewasa yang suka membaca buku apapun seperti saya 😅. Bagaimanapun juga nuansa dan gaya remaja sangat terasa di buku horor ini. Teman-teman usianya remaja bukan? Kalau iya, berarti ada kemungkinan cocok dengan buku ini 😊.

 

Awal membaca saya sudah menyukai gaya penulisan Muhammad Fatrim yang lumayan humoris, mungkin ini untuk memunculkan karakter Dahlia juga yang pada dasarnya ceria.

Itu kali kedua dia datang setelah sesi pendaftaran dua hari lalu. Mobil ayahnya segera diparkir, dia pun langsung keluar mobil. Hatinya senang dan gembira, membuatnya jadi ingin berjoget Sumazau. Namun dia mengurungkan keinginannya tersebut supaya tidak terlihat berlebihan.

Halaman 10

# membayangkan joged Sumazau itu membuat saya tersenyum.

Dahlia menyeret kopernya memasuki area sekolah. Sepatu Bata yang dipakainya menapak nyaman, koper Polo beroda yang ditariknya mengeluarkan bunyi, sementara dia memegang sebuah ember merah yang sudah dibubuhi namanya dengan huruf besar-besar. Supaya orang tahu bahwa itu ember miliknya. Kalau bisa dia ingin menempelkan foto pada ember tersebut, baru keren.

Halaman 11

# Ide menempel foto juga terasa lucu, khas tokoh dengan karakter yang usil dan ceria. Mana dia bilang keren pula 😅.

 

Tentu saja emosi terpenting dari sebuah buku horor adalah rasa takut. Nah, ketika membaca bagian inilah untuk pertama kalinya saya merasakan sensasi itu. Hantu-hantu dan berbagai situasi yang seram yang diceritakan dalam novel Asrama memang tak jauh berbeda dengan hantu-hantu dan suasana versi Indonesia. Makanya buat saya jadi terasa lebih menyeramkan. Apalagi kebetulan saya membaca novel ini di malam hari pukul 1 dini hari 😅. 

Ketika hendak keluar dari kamar, mata Ustaz Firdaus tanpa sadar memandang sesuatu di atas loker Sarah. Dia berhenti. Faizal dan Nazif mengamati dengan heran. Ustaz Firdaus beranggapan mungkin benda itulah yang mengganggu Sarah.. Sekali lagi ia membaca beberapa potong ayat, sehingga bayangan yang dilihatnya di atas loker Sarah itu berangsur hilang. Bulu roma Ustaz Firdaus berdiri tegak,  tetapi dia tetap terlihat tenang. Dia kemudian pergi dari situ bersama Faizal dan Nazif.

Halaman 48

 

Beberapa kalimat membuat saya bertanya-tanya. Contohnya di bawah ini. Ternyata produk buatan Indonesia punya image yang lebih baik, benarkah (?)

Bagi Dahlia, Adam adalah robot keluaran Tiongkok dan tanpa tanda SIRIM. Turun pamor, sudah baik tadi buatan Indonesia, sekarang malah jadi buatan Tiongkok. Rasakan! Bagaimana tidak. Kerjanya hanya mengomentari orang.

Halaman 63

 

Membaca novel Asrama meski sudah diterjemahkan namun tetap terasa gaya Malaysianya. Hal-hal seperti ini justru menjadi daya tarik bagi saya. Kualitas terjemahannya juga bagus.

"Benar yang dibilang si Lena itu Dahlia, kamu harus menenangkan pikiran. Ayo, join kami membaca ini, best tahu...." May mengajaknya dari bawah sambil membuka-buka majalah hiburan bersama Farah.

Halaman 70

 # Cara orang-orang Malaysia yang suka mencampuradukkan bahasa mereka dengan bahasa Inggris memang benar adanya kan ya.

 

 "Kamu ini May! Diam-diam ubi berisi!" ujar Farah.

Halaman 215.

 # Ada pula ungkapan yang baru saya dengar, tampaknya memang asli dari sana. Ubi berisi!

 

Selain ungkapan dan gaya bahasa, ada banyak lagi yang bernuansa Malaysia sekali di dalam buku. Membaca buku ini membuat saya secara tidak langsung menikmati beberapa kebiasaan, budaya, bahkan cerita-cerita mistik mereka. Meskipun cukup banyak terdapat istilah, peristiwa, dan sebutan-sebutan khas Malaysia yang asing di telinga saya, namun saya tidak merasa kesulitan untuk memahaminya. Ini semacam sudah menjadi gayanya Penerbit Haru, untuk memberikan catatan di bagian bawah buku yang menjelaskan hal-hal tersebut.

 

Picture : Di sepanjang buku banyak terdapat catatan di kaki halaman

 

Nah, teman-teman yang suka membaca, menulis, serta berfoto dengan buku, khusus untuk novel Asrama ini ternyata kita bisa ikutan tagarnya :D. Pengumuman ini terdapat pada bagian awal buku, khusus dari Penerbit Haru.

 

 

Siapa Muhammad Fatrim (?)

Muhammad Fatrim adalah penulis dari Malaysia. Kalau kita cari informasi di goodreads, M. Fatrim disebutkan masih bersekolah di jenjang universitas. Buku-buku yang ia tulis sudah banyak jumlahnya. Asrama #2 adalah novel terbaru yang ia publikasikan. Tampaknya ia memang mengkhususkan diri pada buku bergenre horor.

 

Berikut buku-buku Muhammad Fatrim :

  • Asrama (2013)
  • Patung (2015)
  • Malam (2014)
  • Teman Roh (2014)
  • Fobia Kumpulan Cerpen
  • Asrama 2 (juli 2017)
  • Revenge (des 2016)
  • Kapur Kasut vs. kapur tulis : koleksi 50 kisah alam persekolahan
  • Pemangsa (juni 2017)
  • Cerpen hari jumaat vol 2

 

Rating buku Asrama di Goodreads mendapatkan poin 3,9. Poin yang cukup tinggi ini menandakan banyak juga pembaca yang menyukai karyanya, khususnya novel Asrama.

 

Rekomendasi

Novel ini saya rekomendasikan kepada pembaca usia remaja yang menyukai novel horor dengan jumlah halaman yang tidak terlalu tebal, teka-teki yang mampu membuat pembaca penasaran hingga akhir, cerita seram dengan hantu-hantu yang mirip dengan di Indonesia (perempuan tanpa kepala, suara-suara misterius, orang-orang yang mendadak muncul lalu menghilang, dan lain-lain), serta pembaca yang ingin merasakan sensasi horor baca buku hantu Malaysia lengkap dengan suasana khas di sana disertai kualitas terjemahan yang memadai.

Catatan : dibaca oleh remaja + 17 dengan pendampingan. Perisakan, pemerkosaan, pembunuhan, dan menyinggung sedikit konten seksual.

 

GIVE AWAY

Selama periode 28 Oktober hingga 5 November 2017, teman-teman bisa mengikuti rangkaian Blogtour Novel Asrama - Muhammad Fatrim di blog teman-teman host lain yang tercantum di banner di bawah ini ya. Di akhir periode Blogtour, kamu juga bisa ikut Giveaway buku gratis di facebook Penerbit Haru pada tanggal 7 November 2017.

Cara mengikuti give awaynya adalah dengan menuliskan jawaban dari pertanyaan yang ada direview semua host blog tour di kolom komentar pada postingan final giveaway di facebook Penerbit Haru. Pemilihan dan pengumuman bisa dilihat di fp Penerbit Haru.

Nah, ini pertanyaan di blog saya,
"Siapa nama roh yang menjawab panggilan spirit of the coin yang dimainkan oleh Dahlia dan teman-temannya?"

 

 

Sudah tahu jawabannya? Simpan dan gunakan nanti saat mengikuti giveaway final ya 😊.
Semoga teman-teman berhasil! 🙌😁

 

 

 

0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh

Sponsored Post, Job Review, Special Request, Postingan Lomba

Kenangan Dongeng Tempo Dulu - Indonesia …

18-11-2017 Hits:54 Features Dipi - avatar Dipi

  Halo teman-teman, apa kabar semuanya? Semoga pada sehat wal afiat ya. Yang mau kerja besok, hari ini bersantai dulu lah sejenak, mengumpulkan energi buat seminggu, biar semangatnya membara dan mudah-mudahan...

Read more

Review Buku The Sun and Her Flowers - Ru…

15-11-2017 Hits:110 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Sun and Her Flowers Penulis : Rupi Kaur Jenis Buku : Puisi Penerbit : Andrews McMeel Publishing   Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : 256 halaman Dimensi Buku : 19.56 x 12.45 x 2.03 CM Harga : Rp...

Read more

Review Buku The Four Tendencies - Gretch…

02-11-2017 Hits:208 Features Dipi - avatar Dipi

  Judul : The Four Tendencies The Indispensable Personality Profiles That Reveal How to Make Your Life Better (and Other People's Better, too) Penulis : Gretchen Rubin Jenis Buku : Non Fiksi - Humaniora Penerbit...

Read more

Review Buku

Review Buku Satu Pembohong (One of Us is…

10-11-2017 Hits:244 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Satu Pembohong Judul Asli : One of Us is Lying Penulis : Karen McManus Jenis Buku : Novel Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2017 Jumlah Halaman : 408 halaman Dimensi Buku : 20 cm Harga :...

Read more

Review Buku Rahasia Sang Suami (The Husb…

13-10-2017 Hits:371 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Rahasia Sang Suami Judul Asli : The Husband's Secret Penulis : Liane Moriarty Jenis Buku : Fiksi - Novel Terjemahan Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : 2016 Jumlah Halaman : 496 halaman Dimensi...

Read more

Review Buku Sihir Perempuan - Intan Para…

05-10-2017 Hits:441 Review Buku Dipi - avatar Dipi

  Judul : Sihir Perempuan Penulis : Intan Paramaditha Jenis Buku : Kumpulan Cerpen Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit : April 2017 (Pernah diterbitkan oleh Kata Kita pada 2005) Jumlah Halaman : 366 halaman Harga...

Read more

Cerita Dipidiff

J.CO Jatinangor Town Square : Duduk Menu…

11-10-2017 Hits:349 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Book blogger juga manusia, yang terkadang tidak ada ide menulis, hilang fokus, pikiran lelah, serta kurang nafsu makan (padahal tadi sarapan sebakul 😅). Teman-teman pernah merasakan keadaan yang seperti itu...

Read more

Giggle Box Jatinangor - Alternatif Tempa…

11-10-2017 Hits:367 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Dulu sekali, tahun lalu tepatnya, saya pernah menulis tentang J.Co di Jatos. Waktu itu saya sedang hamil moonlight dan saat berkunjung ke sana saya cukup antusias untuk datang kembali mengingat...

Read more

Sudut Buku di Transmart Carrefour Cipadu…

08-10-2017 Hits:422 Cerita Dipi - avatar Dipi

  Mungkin tidak semua orang seperti saya, yang setiap berkunjung ke mall atau supermarket pasti langsung mencari book corner. Tentu saya paling bahagia kalau di sana ada toko bukunya. Tapi jika...

Read more